Langsung ke konten utama

Meski Dilengserakan dari Gubernur, 500 Ribu Warga Jakarta Serahkan KTP Demi Tolak Ahok



Berita Teraktual, Jakarta - Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) membawa 500.000 lembar fotokopi KTP warga Jakarta yang setuju kalau Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mesti dilengserkan dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Saat melakukan aksi demonya di depan gedung DPRD DKI, GMJ membawa sekitar 500.000 lebih fotokopi-an KTP dari warga Jakarta yang menolak Ahok untuk terus memimpin kota Jakarta ini.

Dokumen berisi lembar fotokopi itu ditaruh di dalam kardus dan diberikan ke DPRD DKI. Di kardus itu terdapat surat dengan tulisan "Gerakan Masyarakat Jakarta". 

BACA JUGA :


Gubernur DKI tandingan Fakhrurozy Ishak menyatakan, dokumen-dokumen tersebut merupakan fotokopi KTP warga Jakarta yang sebagai simbol kalau warga Jakarta itu benar-benar menolak Ahok menjadi Gubernur.

"Dokumen KTP itu sebagai dukungan pada DPRD untuk menolak kepemimpinan Ahok. Ini bukti kalau masyarakat Jakarta benar-benar enek dengan Ahok," tuturnya. 

Usai menyerahkan petisi dan dokumen fotokopi, ratusan massa ini membubarkan diri dengan dengan tertib.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Awal Ketertarikan Satu Sama Lain Antara Ahok dan Djarot

SpecialisMovie | Nonton Film Movie Online Baru Bersubtitle Indonesia - Memilih pasangan untuk maju ke Pigub DKI Jakarta, tidaklah sembarangan. Untuk dapat bekerja sama dengan baik, pasangan calon (paslon) cagub dan cawagub haruslah memiliki keterikatan yang baik satu sama lain. Hal tersebut diakui oleh paslon cagub cawagub DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat. Dalam sebuah acara Rosi dan Kandidat Pemimpin Jakarta, Rosiana Silalahi, sempat bertanya mengenai alasan calon gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memilih Djarot Saiful Hidayat sebagai pasangan cawagubnya dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Menjawab pertanyaan tersebut, Ahok mengatakan ketertarikan dirinya terhadap sosok Djarot, berawal dari perjalanan mereka dalam sebuah rombongan ke Tiongkok pada 2006. “Habis makan malam, kami pulang ke hotel, enggak kelayapan. Begitu pulang belanja juga, kalau (anggota rombongan) yang lain bisa berapa puluh (ribu) US do...