Langsung ke konten utama

Jumlah Warga yang Menganggap Ahok Menistakan Agama Menurun


Berita Teraktual, JAKARTA - Persentase warga yang menilai calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah menodakan agama menurun dari November ke Desember 2016. Hal itu diketahui dari hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI).

Direktur Eksekutif LSI Kuskridho Ambardi, mengatakan, dari 800 responden, 54 persen di antaranya masih menilai Ahok menodakan agama. Namun, persentase tersebut menurun dibandingkan dengan hasil survei pada November, yakni 62 persen responden.

"Mayoritas warga masih menilai ucapan Ahok mengenai Al Maidah menista agama. Tapi dibanding bulan lalu, proporsi yang berpendapat seperti ini menurun," ujar Dodi, sapaan Kuskridho, saat merilis hasil survei LSI di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (15/12/2016).

Sementara itu, 26 persen responden pada survei terakhir menilai Ahok tidak menodakan agama, dan 19 persen lainnya tidak menjawab. Kemudian, LSI juga menanyakan sikap Ahok yang meminta maaf karena telah mengutip ayat suci dan tidak bermaksud menodakan agama.

BACA JUGA :


Sebanyak 86 persen responden mengetahui atau pernah mendengar berita permintaan maaf tersebut, sementara sisanya tidak pernah mendengar itu.

Dari 86 persen yang mengetahui hal tersebut, 59 persen responden menilai permintaan maaf Ahok tulus sehingga harus dimaafkan. Sementara 25 persen menyatakan Ahok tidak tulus, dan 16 persen lainnya tidak menjawab.

Survei ini digelar pada 3-11 Desember 2016. Survei dilakukan secara tatap muka. Responden dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error survei ini plus minus 3,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (Baca: Keluarga Angkat Ahok Terharu Lihat Sidang Penodaan Agama)

Setelah melakukan survei, LSI kembali melakukan pengecekan ulang terhadap 20 persen dari total responden dengan mendatanginya kembali untuk memastikan kualitas data mereka. Survei ini dibiayai dengan dana sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Awal Ketertarikan Satu Sama Lain Antara Ahok dan Djarot

SpecialisMovie | Nonton Film Movie Online Baru Bersubtitle Indonesia - Memilih pasangan untuk maju ke Pigub DKI Jakarta, tidaklah sembarangan. Untuk dapat bekerja sama dengan baik, pasangan calon (paslon) cagub dan cawagub haruslah memiliki keterikatan yang baik satu sama lain. Hal tersebut diakui oleh paslon cagub cawagub DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat. Dalam sebuah acara Rosi dan Kandidat Pemimpin Jakarta, Rosiana Silalahi, sempat bertanya mengenai alasan calon gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memilih Djarot Saiful Hidayat sebagai pasangan cawagubnya dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Menjawab pertanyaan tersebut, Ahok mengatakan ketertarikan dirinya terhadap sosok Djarot, berawal dari perjalanan mereka dalam sebuah rombongan ke Tiongkok pada 2006. “Habis makan malam, kami pulang ke hotel, enggak kelayapan. Begitu pulang belanja juga, kalau (anggota rombongan) yang lain bisa berapa puluh (ribu) US do...