Langsung ke konten utama

1 Februari 2017, Ahok Akan Dibebaskan dari Kasus Penistaan Agama


SpecialisMovie | Nonton Film Movie Online Baru Subtitle Indonesia - Tim Kuasa Hukum Ahok Humphrey Djemat memberikan sejumlah keterangan terkait sidang yang di gelar pada Selasa ( 17/1/2017 ) lalu, yang menyeret Ahok ke dalam kursi sebagai tersangka kasus penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan Januari ( 21/1/2017.

Menurutnya banyak di antara para saksi penuntut yang tidak hadir dalam beberapa persidangan. Ini membuat sidang sangat tidak relevan karena seperti membuang waktu, kata Humphrey.

Pada awal pelaporan, semuanya dengan semangat melaporkan dan menuduh bahwa kasus tersebut merupakan penistaan yang dilakukan oleh Ahok. Namun seiring dengan waktu semakin sedikit saksi penuntut dan bahkan tidak ada bukti dan saksi yang muncul memiliki kualitas.

BACA JUGA :


Banyak kejanggalan dan keterangan yang diduga seolah di buat hanya untuk kepentingan politik. Dengan begitu saya yakin Bapak Ahok akan di bebaskan segera dari tuduhan penistaan, ucap Humphrey kepada semua media massa. Humphrey juga memberikan perkiraan batas tanggal akan dibebaskan, ” Menurut saya Pak Ahok akan di bebaskan ketika sidang yang berikutnya akan digelar, mungkin tepatnya pada tanggal 1 Februari nanti “, ujar Humphrey kepada media massa.

Pada sidang berikutnya saya juga yakin Ahok akan di beri keputusan dari hakim bahwa terbukti tidak bersalah atas tuduhan penistaan agama. Menilai adanya motif dari politikus yang berada di pihak belakang, mungkin berikutnya akan ada gelombang yang terjadi berikutnya mencari segala cara untuk memenjarakan Ahok.

Untuk itu akan di klarifikasi juga dari pihak terkait untuk menelusuri apa sebenarnya motif dari pelapor tersebut apakah itu nyata atau tidak. Karena sampai hari ini banyak dari para pelapor dan saksi yang memiliki kejanggalan yang sangat besar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Awal Ketertarikan Satu Sama Lain Antara Ahok dan Djarot

SpecialisMovie | Nonton Film Movie Online Baru Bersubtitle Indonesia - Memilih pasangan untuk maju ke Pigub DKI Jakarta, tidaklah sembarangan. Untuk dapat bekerja sama dengan baik, pasangan calon (paslon) cagub dan cawagub haruslah memiliki keterikatan yang baik satu sama lain. Hal tersebut diakui oleh paslon cagub cawagub DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat. Dalam sebuah acara Rosi dan Kandidat Pemimpin Jakarta, Rosiana Silalahi, sempat bertanya mengenai alasan calon gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memilih Djarot Saiful Hidayat sebagai pasangan cawagubnya dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Menjawab pertanyaan tersebut, Ahok mengatakan ketertarikan dirinya terhadap sosok Djarot, berawal dari perjalanan mereka dalam sebuah rombongan ke Tiongkok pada 2006. “Habis makan malam, kami pulang ke hotel, enggak kelayapan. Begitu pulang belanja juga, kalau (anggota rombongan) yang lain bisa berapa puluh (ribu) US do...