Langsung ke konten utama

Syafii Maarif: Sikap Ahok Cabut Banding Layak Dicontoh Politikus


SpecialisMovie | Nonton Film Movie Online Baru Bersubtitle Indonesia - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif mengatakan sikap Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang mencabut berkas banding kasusnya layak dicontoh politikus lainnya.

"Tiru Ahok itu, coba waktu dia sidang sampai 22 kali, dia patuh sekali, taat hukum walaupun akhirnya kecewa," ujar Buya Syafii di Yogyakarta, Selasa (23/5/2017) petang.

Ia menyatakan, politikus yang punya hati nurani bisa mencontoh Ahok. Namun, tidak berlaku bagi politikus yang hati nuraninya sudah tumpul.

Welcome to Situs Resmi Judi Poker Domino Online Terpercaya
Minimal Deposit & Withdraw Rp. 25.000
Pendaftaran ------>> https://goo.gl/sv3sLC

Buya juga meminta masyarakat untuk menghormati sikap Ahok mencabut memori banding.

"Kita hormati saja, kan nanti juga bisa PK (peninjauan kembali)," ucap Buya Syafii.

Buya juga menilai pencabutan banding Ahok lantaran sudah tak percaya dengan pengadilan yang lebih tinggi karena bisa saja hukumannya malah lebih berat.

"Itu yang juga dikhawatirkan saya rasa," kata Buya.

BACA JUGA :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Awal Ketertarikan Satu Sama Lain Antara Ahok dan Djarot

SpecialisMovie | Nonton Film Movie Online Baru Bersubtitle Indonesia - Memilih pasangan untuk maju ke Pigub DKI Jakarta, tidaklah sembarangan. Untuk dapat bekerja sama dengan baik, pasangan calon (paslon) cagub dan cawagub haruslah memiliki keterikatan yang baik satu sama lain. Hal tersebut diakui oleh paslon cagub cawagub DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat. Dalam sebuah acara Rosi dan Kandidat Pemimpin Jakarta, Rosiana Silalahi, sempat bertanya mengenai alasan calon gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memilih Djarot Saiful Hidayat sebagai pasangan cawagubnya dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Menjawab pertanyaan tersebut, Ahok mengatakan ketertarikan dirinya terhadap sosok Djarot, berawal dari perjalanan mereka dalam sebuah rombongan ke Tiongkok pada 2006. “Habis makan malam, kami pulang ke hotel, enggak kelayapan. Begitu pulang belanja juga, kalau (anggota rombongan) yang lain bisa berapa puluh (ribu) US do...