Langsung ke konten utama

Postingan

Habib Novel : Yang Tidak Berani Melawan Ahok, Akan Masuk Neraka

Berita Teraktual, Jakarta - Sidang ke-4 terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada hari Selasa, 3 Januari 2017 digelar secara tertutup. Novel Chaidir Hasan Bamukmin yang merupakan seorang saksi pelapor Ahok malah mengungkapkan rekayasa kejahatan terhadap Ahok.  Dalam persidangan itu setelah mendengar keterangan dari saksi pelapor, khususnya Novel Bamukmin bahwa keterangan mereka secara nyata itu hanya merupakan keterangan bersifat kebencian personal terhadap Ahok dan bukan berdasarkan fakta hukum bahwa Ahok telah melakukan penistaan agama.  Saat ditanya oleh Penasehat Hukum Ahok, Novel Bamukmin dipertanyakan. "Dalam BAP, nama Anda ditulis sebagai "Habib Novel", apa anda seorang habib?"  Kemudian Novel menjawab, "Ya. Saya Habib,"  Penasehat Hukum : "Tapi dalam berita Republika pada tanggal 11 Oktober 2014, ketua umum DPP Rabithah Alawiyah, Sayyid Zen Umar bin Smith mengatakan bahwa Bamukmin merupakan salah satu suku yang berasal dari Yaman. Tetap...

Kakak Angkat Ahok : Lucu, Semua Saksi Mendadak Lupa Ingatan

Berita Teraktual, Jakarta  - Kakak angkat terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yakni Andi Analta Amir menyebut saksi ketiga yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas nama Gus Joy Setiawan, mendadak jadi pelupa alias hilang ingatan saat persidangan.  "Kapabilitas seorang saksi sering lupa. Saksi ketiga (Gus Joy) ditanyai soal riwayat hidup saja bilang lupa-lupa. Ditanya kapan lulus, sekolahnya apa, di mana, lupa-lupa terus. Semua pertanyaannya 75 persen dijawab lupa-lupa terus," tutur Andi di Auditorium Kementerian Pertanian, Jalan RM Hartono, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017). Hanya saja, memang diakuinya kesaksian Gus Joy secara umum baik. Namun, kesaksian Gus hanya melihat pada rekaman yang diambil dari salah satu akun youtube. BACA JUGA : - Jalani Sidang Keempat, Ahok : Saya Tidak Habis Pikir !! - Ini Harapan Ahok Pada Tahun Baru 2017 - Lagu Om Telolet Om Hiasi Jalannya Persidangan Ahok Itu pun hanya video yang durasinya tidak utuh, bukan ...

Polisi : Pengakuan Cagub Agus-Sylvi Mendapat Support Dana dari Gde Sardjana

Suami cawagub Sylviana Murni, Gde Sardjana, menerangkan bahwa dana yang ditransfer ke Zamran, tersangka pelanggar UU ITE yang diciduk pada momen 212, untuk bantuan biaya berobat. Namun polisi mengungkap pengakuan lainnya. "Pengakuan Pak Gde, dia transfer buat dana kampanye, kan timsesnya nomor urut satu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan, Sabtu (31/12/2016). Argo menjelaskan Gde beberapa kali mengirim dana ke Zamran. Ada yang buat kampanye, ada juga untuk dana pengobatan istri Zamran. "Dia kirim Rp 5 juta, Rp 10 juta, terus Rp 5 juta," papar Argo. "Ada buat kampanye, sama satu kali lagi katanya buat istrinya Zamran yang sedang sakit," sambungnya. BACA JUGA : - Ini Harapan Ahok PAda Tahun Baru 2017 - Diundang Habib Rizieq, Anies Baswedan Jelaskan Berbagai Fitnah Kepada Dirinya - Zamran Anggota Tim Sukses atau Bukan? Begini Penjelasan Ketua Tim Agus-Sylviana Gde menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Subdit Keamanan Negara...

Jokowi Mendapat Penghargaan Sebagai Presiden Terbaik Se Asia-Australia

Nama Jokowi semakin melambung. Saat ini, dia terpilih sebagai pemimpin terbaik di antara pemimpin Asia-Australia di 2016. Dia terpilih jadi pemimpin terbaik 2016 versi Bloomberg.  Berdasarkan data Bloomberg yang diterima Antara, Sabtu (31/12), Jokowi adalah satu-satunya pemimpin negara yang memiliki performa positif dari seluruh aspek yang dinilai. Beberapa aspek yang dinilai antara lain, menaikkan kekuatan nilai tukar sampai 2,41 persen, menjaga pertumbuhan ekonomi tetap positif (5,02 persen skala tahun ke tahun), dan memeiliki tingkat penerimaan publik yang tinggi (69 persen).  Dari data tersebut juga diperoleh hasil bahwa jika dibandingkan dengan negara lain yang memiliki tingkat ekonomi setara atau lebih besar, prestasi Jokowi masih lebih menonjol.  Hasil yang menyolok ini sangat terlihat jika dibandingkan dengan Malaysia dan Filipina yang memiliki nilai tukar negatif, yaitu 4,26  dan 5,29 persen.  Jokowi dianggap mampu menekankan otoritasnya kepada lembaga ...

Din Syamsuddin : Jika Ahok Bebas, Saya Siap Beri Perlawanan

Berita Teraktual, Jakarta - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin mewanti-wanti Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian agar tak meremehkan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ia pun mengatakan tak akan segan memimpin perlawanan jika Ahok sampai lepas dari jerat hukum. “Pak Tito, kita bersahabat ya. Tapi kalau ini sampai lepas, saya akan memimpin perlawanan,” kata Din saat memberi sambutan di acara pembukaan rapat kerja nasional MUI di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Rabu, 23 November 2016. Din sangat yakin bahwa Ahok menistakan agama dengan mengatakan orang bisa saja tidak memilihnya karena telah dibohongi memakai Surat Al Maidah ayat 51. Surat itu menerangkan bahwa umat Islam dilarang memilih pemimpin non muslim. BACA JUGA : - Lakukan Blusukan, Ahok Ditolak Ketua PFI Pasar Minggu - Ternyata Ini Alaan Ahok Memilih Djarot Sebagai Wakilnya - Pengacara Ahok Ragukan Kemampuan Habib Rizieq Sebagai Ahli A...

Putri Presiden Soekarno : FPI Bukan Ormas Agama dan Harus Dibubarkan

Berita Teraktual, Jakarta - Putri Presiden pertama Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri, menilai Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab tak menghargai kebhinekaan di Indonesia. Padahal Indonesia mempunyai berbagai ragam suku, agama dan ras Apalagi, Habib Rizieq Shihab juga tak memiliki sopan santun dalam berbicara. Salah satunya menghina pancasila dan Presiden Soekarno sebagai perumus pancasila. "Saya kira itu tidak layak bagi seorang ulama. Dia (Rizieq) seolah tidak kebhinekaan, dia (Rizieq) selalu dengan hanya satu agama saja sedangkan kebhinekaan kita kan bukan hanya urusan kedaerahan saja suku dan ras tapi juga dari sisi agama kebhinekaan. Kita itu sudah menjadi suatu kesatuan yang harus kita toleransi bersama bersiap saja menghadapi proses hukum," kata Sukmawati di Museum Nasional, Jakarta, Kamis (29/12/16). "Kegaduhan yang ditimbulkan oleh ucapan yang kasar dan tidak hormat tidak ada respek itu tidak beretika dan tidak berakhlak," imbuhnya. BACA JUGA...

Ketua MUI : Habib Rizieq Tidak Menistakan Agama, Dia Hanya Beri Penjelasan

Berita Teraktual, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat, KH Ma'ruf Amin menanggapi pelaporan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq. Usai menghadiri rapat kerja daerah dan Ta'aruf MUI Sulawesi Selatan di Hotel Sahid Jaya Makassar, Ma'ruf Amin mengatakan sejauh ini belum mengetahui persoalan pelaporan penistaan agama yang dilakukan Habib Rizieq. "Saya belum mengetahui apa yang dilaporkannya itu, apa betul itu masuk penistaan apa tidak, jadi kita lihat dulu," kata Ma'ruf Amin, Selasa (27/12/2016). Ia mengatakan akan melihat video atau rekamannya dulu sebelum memastikan apakah Habib Rizieq melakukan tindakan yang sama dilakukan dengan Ahok.. "Persisnya belum tahu saya, karena itu saya belum dengar kasetnya, jadi belum bisa mengatakan. Soal materi ceramahnya itu, akan kita lihat dulu, sebab bisa saja itu kan menjelaskan, bukan menista tapi menjelaskan," imbuhnya. BACA JUGA : - Ternyata...